Urban culture memang akan selalu menjadi bagian kehidupan remaja
metropolis. Salah satunya adalah wotagei, jenis dance baru dari Jepang.
Tak tanggung-tanggung, komunitasnya pun melengkapi aktivitas mereka
dengan properti yang diimpor langsung dari Negeri Sakura itu.
Sembari menari, tangan mereka seolah membentuk garis-garis cahaya dalam temaram malam. Ya, sebentuk light stick mereka genggam pada kedua tangan. Para penari itu pun terlihat seperti diselimuti cahaya saat bergerak-gerak.
PULUHAN remaja bergerak berbarengan di
halaman Balai Pemuda, Sabtu malam (8/3). Badan mereka lentur. Kaki bergerak
dengan tegak dan mantap. Secara teratur, tangan mereka berputar-putar ke kanan dan
kiri. Jika diperhatikan lebih lanjut, gerakan itu terlihat seperti ekor ikan
yang sedang dikibas-kibaskan. Mereka menyebut gerakan tersebut sebagai over
action dolphin (OAD). Itu adalah salah satu gerakan baku pada wotagei.
Sembari menari, tangan mereka seolah membentuk garis-garis cahaya dalam temaram malam. Ya, sebentuk light stick mereka genggam pada kedua tangan. Para penari itu pun terlihat seperti diselimuti cahaya saat bergerak-gerak.
Label: balai pemuda, idol group, jepang, light stick, over action dolphin, refrain, rosairio, urban culture, waza, wota, wotagei