Abstraksi
Mulainya perkembangan seksual remaja yang
menyebabkan keingintahuan yang tinggi terhadap masalah seksualitas sehingga
memunculkan dorongan seks aktif (sex
drive) untuk merasakan kenikmatan seksual
(Mahati, 2001; Gusmiarni, 2000; Aminudin, dkk:1997). Berbagai faktor
eksternal maupun internal turut mempengaruhi perilaku seksual remaja. Akibatnya,
remaja beresiko terhadap perilaku seksual tidak sehat dan beresiko tinggi
berupa tindak seks bebas di usia dini, kehamilan yang tidak diinginkan (KTD)
aborsi, hingga infeksi menular seksual (IMS) di kalangan remaja. Berbagai
penelitian dan lembaga mencatat adanya peningkatan perilaku seksual beresiko
pada remaja.
Kata kunci : remaja, perilaku seksual
Label: perilaku seksual beresiko, seminar BK