PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA


Abstraksi
Mulainya perkembangan seksual remaja yang menyebabkan keingintahuan yang tinggi terhadap masalah seksualitas sehingga memunculkan dorongan seks aktif (sex drive) untuk merasakan kenikmatan seksual  (Mahati, 2001; Gusmiarni, 2000; Aminudin, dkk:1997). Berbagai faktor eksternal maupun internal turut mempengaruhi perilaku seksual remaja. Akibatnya, remaja beresiko terhadap perilaku seksual tidak sehat dan beresiko tinggi berupa tindak seks bebas di usia dini, kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) aborsi, hingga infeksi menular seksual (IMS) di kalangan remaja. Berbagai penelitian dan lembaga mencatat adanya peningkatan perilaku seksual beresiko pada remaja.
Kata kunci : remaja, perilaku seksual

Kesadaran Perilaku Seksual Sehat Mahasiswa


Headline di Jogjapolitan (20/4) mengenai pemberitaan tentang aborsi yang kebanyakan pasiennya berasal dari mahasiswi tanpa sadar menarik perhatian kami untuk mengetahui lebih lanjut serta mengetahui fakta-fakta apa saja didalamnya.

Aborsi merupakan satu dari sekian banyak akibat yang dimunculkan dari adanya perilaku seks pra nikah atau yang lebih dikenal dengan istilah seks bebas. Secara sederhana seks pra nikah dapat dipahami sebagai suatu hubungan yang yang dilakukan baik secara mandiri (tanpa pihak ke-2) maupun dengan orang lain baik itu lawan jenis maupun lawan jenis. Tindakan semacam ini merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan bologis serta ada dorongan dari rasa keingintahuan yang kerap muncul pada usia remaja.