Awal Ferbuari 2015 rasanya sayang melewatkan festival Bau Nyale yang berlangsung di Lombok Nusa Tenggara Barat. Bagi masyarakat Lombok khususnya suku sasak, festival tersebut pesta sekaligus upacara yang memiliki kesakralan yang tinggi atas kisah yang melegenda dari Putri Mandalika. Bau nyale yang merupakan kata dalam bahasa sasak ini memiliki arti mencari cacing laut.

Cacing laut ini terbilang istimewa karena tidak mudah dijumpai. Sebab, cacing laut dalam satu tahun hanya muncul di permukaan laut beberapa kali saja. pada perayaan itu, suku sasak dan masyarakat sekitarnya akan beramai-ramai menangkap nyale di sepanjang pesisir pantai Lombok. Kisah legendaris yang tidak bisa dipisahkan dari perayaan ini yaitu kisah putri mandalika. Putri yang digambar perempuan yang cantik jellita dari pasangan Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting.



Kecantikan putri mandalika tidak hanya mempesona masyarakat setempat, namun tersohor jauh. Hal itu membuat sejumlah pangeran dari kerajaan beru, daha, kuripan, pane, lipur, hingga johor saling berebut untuk mendapatkan putri mandalika agar bisa mempersuntingnya. Atas perebutan itu, kondisi menjadi bergolak.

Untuk mengakhiri keadaan yang runyam tersebut sang putri memilih lantas memilih untuk mengumpulkan rakyat beserta para pangeran yang menginginkannya. Kejadian itu dalam tanggalan suku sasak jatuh pada tanggal 20 bulan ke 10 sebelum subuh. Sang putri yang berdiri di ujung batu di pinggir pantai mengatakan bahwa dia menerima seluruh pangeran sekaligus rakyatnya.

Dia pun kemudian terjun ke laut. Rakyat pun sibuk mencari jasad sang putri. Bukanya menemukan jasad sang putrid, mereka justru mendapatkan sekumpulan cacing berwarna warni. Dari sana lah masyarakat percaya bahwa cacing laut itu merupakan jelmaan putri Mandalika.

Sementara untuk perayaan Bau Nyale yang nantinya digelar pada 9-10 februari. Disamping acara ritual penyambutan putri mandalika dan berburu nyale, sejumlah kegiatan budaya juga telah dipersiapkan pemerintah setempat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat akan tumpah ruah memenuhi panta seger Lombok untuk meramaikan tradisi tersebut.